Migrasi (lagi) ke drupal
Tidak cukup puas dengan layanan dari wordpress karena berbagai keterbatasannya, akhirnya (lagi-lagi) saya memutuskan untuk ‘pindah rumah’ ke hosting sewaan dengan nama domain baru, yaitu www.snpages.com www.snpages.info. Mungkin saya ini memang diciptakan sebagai orang yang suka berpindah-pindah, tidak hanya rumah, tempat tinggal, pekerjaan, dan sekolah, tapi juga nama domain dan hosting web.
Padahal di snorid.wordpress.com ini saya baru menulis satu posting saja. Itu pun isinya mengenai rencana kepindahan situs saya dari sn.or.id yang agak susah dimaintain karena saya buat dengan PHP from scratch. Rencana tinggal rencana. Ternyata otak programmer saya tidak tahan dengan layanan hosting yang tidak memungkinkan saya untuk meng-insert kode-kode PHP, Javascript, dan lain-lain dengan bebas. Padahal saya juga belum menyiapkan kode apa yang akan saya masukkan di situs saya nantinya.
Sebenarnya layanan blog gratis seperti blogger.com atau wordpress.com ada enaknya karena kita tidak perlu pusing memikirkan instalasi software, perpanjangan sewa hosting, dan nama domain. Apalagi kalau mau cepat diindex sama google search engine, seperti yang dibilang pak Adriyanto, posting-nya di blogger.com bisa masuk database google dalam hitungan menit.
Setelah cari sana-sini akhirnya saya memilih memakai Drupal sebagai CMS softwarenya. Jangan tanya kenapa tidak pakai WordPress, Joomla!, Mambo, dan lain-lain karena saya juga belum pernah memakainya
. Saya sudah lupa kenapa saya akhirnya saya memilih Drupal. Tapi dengar-dengar kabarnya drupal punya tingkat fleksibilitas yang sangat tinggi meskipun lebih susah dipelajari bagi pemula CMS seperti saya. Justru hal ini yang membuat saya merasa tertantang. Tapi tidak ada jaminan bahwa suatu saat nanti saya akan migrasi lagi ke CMS yang lain..:).
Seperti beberapa software open source populer lainnya (Joomla, WordPress, PHP, MySQL, Apache, dll) Drupal juga mendapatkan dukungan sponsor dari Google dalam bentuk proyek Google Summer of Code. Untuk proyek yang berkaitan dengan Drupal, kabarnya Google mengucurkan dana lebih dari $100,000 melalui Summer of Code 2008.
Mau tahu contoh situs apa saja yang menggunakan Drupal? Di antaranya adalah New York Observer, AOL Corporate, Yahoo! Research, MTV United Kingdom, Sony Music, Warner Brothers records, dan Linux Journal magazine. Lebih banyak lagi contoh kasus bisa dibaca di http://drupal.org/cases.
Migrasi ke wordpress
Saya sedang berencana untuk melakukan migrasi situs saya dari http://sn.or.id ke http://snorid.wordpress.com.
Kenapa?
Dengan kesibukan yang semakin bertambah, rasanya semakin sulit menemukan waktu untuk mengupdate situs saya dengan cepat tanpa harus bersentuhan langsung dengan kode-kode HTML, PHP, CSS, Javascript, dan lain-lain.
Dengan wordpress, mudah-mudahan situs saya akan bisa lebih banyak isinya, lebih up-to-date, dan lebih bermanfaat.
Kenapa harus wordpress? Pertama karena free. Tapi blogger.com kan juga free?
Pilihan saya jatuh ke wordpress, karena selain cukup populer, dan wordpress juga cukup fleksibel, dalam arti kalau suatu saat saya mau pakai server/hosting sendiri, di wordpress.com tersedia fasilitas export-import, dan juga tersedia software open source wordpress yang bisa didownload dari http://wordpress.org dan diinstall sendiri. Jadi kalau suatu saat saya kangen untuk coding dan mengutak-atik PHP, HTML, dan kawan-kawannya, saya masih bisa melakukannya di luar server wordpress.com.
Selain itu, karena terus terang saya belum pernah pakai wordpress sebelumnya, justru saya pingin belajar dan mendapatkan pengalaman baru yang berbeda.
Leave a Comment
Leave a Comment